Pengabdian Sipil dalam Bisnis Pengusaha Jasa Pengamanan

Mau kerja tapi bayar itulah syarat yang diberlakukan beberapa perusahaan jika ingin mendapatkan pekerjaan dibidang ini, ditambah harus setuju dengan sistem kerja kontrak dan outsourcing mau bagaimana lagi caranya begitu keluh kesah sebagian pelajar setamat SMU dan SMK, mereka kesulitan mengikuti persaingan dunia kerja karena sekarang banyak juga Sarjana menurunkan standar level karir dan ikut beradu posisi di jenjang yang sama dengan para alumni SMU/SMK.

Perusahaan penyalur Satpam * satuan pengamanan, banyak perusahaan baru berdiri mengambil peluang di pangsa jasa keamanan ini, mereka membaca market security sangat di butuhkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berjalan, mulai dari segala hal pembangunan sampai operasionalnya, semua lini membutuhkan bantuan keamanan. Perusahaan jenis ini ternyata cukup banyak membutuhkan tenaga kerja baik yang berpengalaman dan non pengalaman,.

Bisnis yang dijual, dikerjakan antara lain:

1. Outsourc Satpam ke perusahaan yang membutuhkan, banyak juga instansi milik pemerintah menggunakan jasa mereka, jumlah personil disesuaikan dengan lingkup area dan jam operasional.

2.   Penyewaan / pemasangan, menjual jasa pemantau, seperti Alarm dan CCTV

Dalam menjalankan sistem pengamanannya, biasanya perusahaan ini memantau kinerja kanal GPS, Radio, Panic Button, Alarm, CCTV melalui operator control yang siaga 24 jam di kantor pusat atu cabang mereka, di tambah pengawas yang berpatroli menyambangi klien pemakai jasa mereka.

Kebanyakan para klien ini mengandalkan mereka sebagai pengamanan dalam dengan berbagai alasan kebijakan, sedangkan di bagian luar jika bsinis ini suatu obyek yang vital akan ada perbantuan resmi dari negara seperti Polisi, contoh di Kedutaan, Gedung DPR, Tambang emas, dan di Free Port.

Sistem perekrutan yang maksimal dan perusahaan internasional biasanya akan membuat klien mau membayar para Satpam / Security ini mahal dalam perjanjian kontrak kerja, para Satpam setelah memiliki KTA dari Polri, akan di perbolehkan menggunakan tongkat PR 24 dan Borgol untuk senjata Pisau dan lainnya memerlukan ijin khusus.

Pengalaman unik para Satpam ini adalah saat mereka harus di kirim ke daerah terpencil seperti di Kalimantan dan Irian, yang untuk mencapainya saja perlu naik kapal menyusuri laut dan sungai lebih dari 4 jam atau naik helicopter, di suatu area tambang emas di Kalimantan mereka ada penempatan posnya diatas pohon besar dan tinggi, di Irian, mereka ada yang kebagian jaga di atas gunung yang berkabut dengan suhu yang dapat membuat beku tubuh, jarak antara satu pos dengan lainnya cukup jauh jadi kalau ada gangguan keamanan, ilmu dan kemampuan yang telah di pelajari selama pendidikan harus di praktekkan.

Kejujuran serta loyalitas dalam bekerja sering di uji, pernah saat bertugas jaga dan memeriksa body setiap karyawan tambang emas, mereka di ajak bagi hasil, karyawan tambang ada yang dengan sengaja menyelipkan butiran emas di kotak korek / rokok dan bermain mata, jika ada Satpam yang tergoda maka dalam waktu tidak beberapa lama, nomor rekening akan terisi oleh transferan.

Pada saat hal demikian terjadi maka pihak perusahaan yang membaca aksi main mata segera menjatuhkan sangsi sesuai hukum yang berlaku dan meminta perusahaan mengganti dengan tenaga keamanan yang baru, bahkan jika sebelumnya ada kesepakatan mereka akan mengenakan pinalti ( semacam penggantian kerugian ) atau menyudahi kontrak kerja.

Untuk para pencari kerja yang berminat menjadi Satpam / Securty perlu mencermati sistem perekrutan sebagian perusahaan ini, karena ada yang akan meminta biaya tambahan untuk pembelian seragam dan pelatihan di awal penerimaan, perusahaan jasa keamanan sudah ada yang membandrol harga berkisar Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 2.000.000 biaya akan dipotong melalui gaji selama setahun. Syarat yang di minta antara lain SKCK terbaru, Tinggi badan 170 cm, sehat jasmani dan rohani, siap ditempatkan dimana saja.

Sumber: Kompasiana

admin

About admin

No Comments

Leave a Comment